Foto saya
Sekretariat;
Jl. Bonang No.1A,Menteng
Jakarta Pusat 10320
Tlp : 021 31931181 / 021 44553543
Fax : 021 3913473
E-mail: Jrki@cbn.net.id

Selasa, 24 Februari 2009

Menggusur yang Masih Hidup, Memindahkan yang Sudah Mati


Kamis, 5 Februari 2009

kompas.com

JAKARTA, KAMIS - Warga ibukota mungkin sudah kenyang melihat adegan baku hantam antara warga pemukiman padat ataupun pedagang dengan petugas Satpol PP, saat tempat mereka berdiam dan mencari makam terkena gusuran. Miris, tapi bisa apa? Penggusuran, pemindahan, relokasi, atau apapun namanya, ternyata tak hanya dialami mereka yang masih hidup. Mereka yang sudah tenang di alam baka pun, harus merelakan tulang belulangnya dipindahkan, entah dalam keadaan utuh atau tidak.

Ghazali, petugas kebersihan makam TPU Menteng Pulo, Jakarta, juga menyimpan keprihatinan. Meski sebagian besar ahli waris makam sudah disosialisasikan mengenai pemindahan makam keluarganya, masih ada saja yang harus mengurut dada.

"Masih ada juga ternyata yang belum tahu. Saya kasihan juga liatnya. Mau gimana lagi?" kata Ghazali kepada Kompas.com, Kamis (5/2). Ia pun mengantarkan Kompas.com melihat areal makam yang sudah dipindahkan.

Lebarnya sekitar 25 meter. "Nggak tahu tu buat apa. Tapi ya, kita cuma bisa gigit jari. Orang kalo punya duit kan bisa beli apa aja, termasuk lahan kuburan," ujar bapak tiga anak ini.

Menurut Ghazali, sekitar 3570 makam yang dipindahkan tersebut, sebagian besar memang makam kuno alias makam-makam lama yang jarang dikunjungi keluarganya. Namun, tak sedikit pula makam-makam baru yang bernasib sama.

Ali Fahmi, dari seksi areal Sudin Pemakaman Jakarta Selatan mengatakan, yang dilakukan terhadap ribuan makam itu bukan penggusuran. "Hanya memindahkan, kita tawarkan beberapa lokasi di TPU masih di Jakarta Selatan, atau terserah keluarga mau dipindah kemana," kata Ali.

Selama dua hari Ali nongkrong di TPU di bilangan Casablanca itu. Kata dia, pihaknya masih melakukan upaya sosialisasi mengenai makam di bagian mana saja yang dipindahkan. Hingga hari ini, sekitar 1400-an makam sudah dibongkar. Untuk apa area bekas kuburan itu?

"Wah, kalau itu diluar kewenangan saya. Saya tidak tahu," ujarnya. Ia pun tak bisa memberikan jawaban, saat ditanya kemungkinan pemindahan akan meluas ke blok lainnya.

Area makam yang dipindahkan, lebar 25 meter dan panjang 750 meter dari Casablanca hingga Imperium Rasuna Said. Pemindahan pun belum dapat dipastikan akan berlangsung sampai kapan.

Gusurlah yang Lain, Jangan Kuburan...

Entah didengar atau tidak, inilah curahan hati ahli waris yang keluarganya dimakamkan di Menteng Pulo. Marni mengaku ngenes begitu mendengar kabar pemindahan sejumlah makam di TPU tempat ibunya dimakamkan. Meski makam sang ibu aman, ia tak habis pikir dengan keputusan memindahkan ribuan makam.

"Mau dibuat apa sih? Bekas makam kok ya diincer juga. Kalo mau yang lain lah, jangan kuburan," katanya saat ditemui tengah berziarah dimakam ibunya.

Makam, menurut dia, juga merupakan daerah resapan yang menjaga ibukota dari dampak banjir yang lebih parah. "Saya berharap, mudah-mudahan jangan ada gusuran makam lagi. Tar kualat, Jakarta tenggelam karena resapannya habis," ujar Marni.

Inggried Dwi Wedhaswary

Tidak ada komentar:

Posting Komentar